Banjir Di Pidie

Banjir yang terjadi di beberapa wilayah di Pidie pada beberapa hari yang lalu termasuk kategori banjir yang besar, karena banyak rumah penduduk, tempat ibadah, jalan, sawah bahkan nyawa manusia menjadi korban, yang terparah adalah di wilayah Tangse, kemudian diikuti daerah Garot Kecamatan Indra Jaya, dan beberapa wilayah lainnya yang termasuk ke dalam Kecamatan Pidie.

Menurut Serambi News, dua unit rumah berkontruksi kayu di Kecamatan Tangse, Pidie, dilaporkan rusak akibat bencana banjir dan tanah longsor, Minggu (29/11/2015).

Rumah milik Azizah (70) warga Gampong Kebun Nilam, Kecamatan Tangse tertimbun bebatuan yang menimpa bagian dapur. Azizah pun mengungsi ke rumah anaknya yang maish berada di desa itu.

Sementara satu lainnya adalah rumah milik Nyak Puteh (37) di Gampong Blang Bungong, Tangse. Rumah kayu ini diterjang banjir dengan ketinggian genangan 30 cm. Kondisi rumah kini dipenuhi air bercmapur lumpur.

Kondisi terakhir, hingga pukul 20.30 WIB, Minggu (29/11/2015) ruas jalan Tangse ke Beureunuen masih putus akibat longsor. Selanjutnya air dari pegunungan itu turun sehingga badan jalan dan beberapa perkampung tergenang air sekira 30-40 cm.

Masyarakat khawatir bila daerahnya kembali diterjang banjir bandang seperti tahun 2011 silam.

“Kami sangat khawatir banjir lalu datang kembali. Ini hujan masih deras,” ujar Razali, seorang warga Tangse.

Danramil Tangse, Kapten Inf Bahagia dihubungi Serambi, malam tadi mengaku pihaknya terus memantau lokasi dengan membantu masyarakat mengatasi secara darurat.

Menurut portalsatu, hujan deras membuat aliran Sungai Tangse, Krueng Baro Raya dan Krueng Tiro di Kabupaten Pidie meluap. Akibatnya puluhan gampong di sejumlah kecamatan dalam wilayah Pidie dilanda banjir, Minggu, 29 November 2015.

Informasi yang dikumpulkan wartawan, daerah terparah banjir terjadi di Kecamatan Mutiara dan Mutiara Timur. Banjir diperkirakan mencapai ketinggian 2 meter dan merendam ratusan rumah penduduk sekitar pukul 19.30 WIB tadi.

Geuchik Gampong Jojo Kecamatan Mutiara Timur, Pidie, Bismi, mengharapkan adanya bantuan evakuasi lantaran banyak warga terjebak dalam rumah mereka.

“Tim SAR tidak nampak, warga banyak terjebak dalam rumah karena banjir datang pas setelah maghrib,” katanya.

Dia mengatakan ketinggian air di Gampong Jojo saat ini mencapai dua meter. Bahkan ada sebagian mencapai atap rumah. Namun dia sendiri belum tahu ada korban hanyut atau tidak dalam musibah tersebut.

“Kantor Polsek Mutiara Timur mencapai atap airnya. Warga sangat panik saat ini,” katanya.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pidie Apriadi S.Sos mengaku sedang berada di lokasi bersama anggotanya dan tim penolong guna melakukan evakuasi. “Ya. Mutiara sangat parah, kita sedang berada di lokasi ini,” katanya.

Selain itu, banjir juga melanda kawasan Tangse, Pidie. Di lokasi ini sejumlah rumah dilaporkan hanyut dibawa banjir, seperti di Desa Kebun Nilam, Tangse.

Apriadi mengatakan banjir juga telah menyebabkan longsor jalan Tangse-Geumpang di Blang Malo sehingga jalur transportasi terputus.

Banjir juga terjadi di Gampong Langga Kecamatan Sakti dan sejumlah desa di Kecamatan Mila serta Kecamatan Sakti

Sumber :

1. http://aceh.tribunnews.com/2015/11/29/longsor-dan-banjir-dua-rumah-di-tangse-rusak

2. http://portalsatu.com/berita/puluhan-gampong-di-pidie-banjir-ketinggian-air-capai-dua-meter-2624

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *