Uncategorized

Marhaban Ya Ramadhan 1437 H

Tanpa terasa kita sudah akan berjumpa lagi dengan bulan suci ramadhan untuk tahun 2016 M / 1437 H yaitu yang jatuh pada tanggal 6 Juni 2016, semoga di bulan suci ramadhan kali ini akan dapat meningkatkan ketaqwaan kita kepada Allah SWT dengan mengerjakan banyak ibadah sunat dan wajib. Amin Ya Rabbal ‘Alamin

Penyebab Gempa Mentawai

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sudah membuat analisis awal soal gempa di Kepualauan Mentawai, Sumatera Barat. Penyebabnya adalah pergeseran lempeng di lempeng Indo-Australia.

“Sumber gempa dari sistem patahan Investigator Fracture Zone (IFZ) di Samudera Hindia menyebabkan pergeseran lempeng secara mendasar, sehingga tidak akan membangkitkan tsunami besar, berupa sistem sesar transform,” kata Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam pernyataan tertulisnya, Rabu (2/3/2016).

IFZ adalah patahan kerak samudera di lempeng Indo-Australia. Gempa di Mentawai ini mirip dengan gempa di Simeulue, Aceh, 11 April 2012 lalu.

“Mirip gempa di barat daya Simeulue pada 11 April 2012. Goncangan dirasakan di Padang III MMI (lemah). Laporan sementara aman,” ujar Sutopo.

Sutopo menegaskan belum ada informasi soal kerusakan ataupun korban jiwa dari gempa ini. Namun memang belum ada komunikasi dengan warga Mentawai.

“Dilaporkan bahwa kondisi di daratan Sumatera masih aman. Sedangkan komunikasi dengam BPBD Mentawai masih terus dilakukan. Belum ada laporan korban jiwa, kerusakan dan informasi datangnya tsunami di pantai barat Sumatera mulai dari Aceh, Sumut, Sumbar, Bengkulu dan Lampung. BNPB masih terus berusaha memperoleh informasi dari BPBD,” tutur Sutopo.

Sumber : Detik.com

Gempa 7.8 SR Guncang Mentawai

Gempa yang berkekuatan 7.8 SR mengguncang Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, hingga saat ini belum ada laporan tentang korban harta maupun korban jiwa.Berikut adalah lokasi dari gempa tersebut, tetapi BMKG telah mengeluarkan seruan tentang potensi tsunami.

gempa-mentawai
Sumber: USGS

Banjir di Aceh Utara, Penyedia Rakit Kebanjiran Omset

Banjir yang merendam Kabupaten Aceh Utara, Aceh, sejak dua hari terakhir memberikan rezeki untuk penyedia jasa rakit penyeberangan.

Seperti terlihat pada Selasa (9/2/2016), dua buah rakit penyeberangan yang disiapkan disiagakan warga Desa Rayeuk Pange, Kecamatan Pirak Timu, Aceh Utara.

Rakit ini melayani penyeberangan sepeda motor, masyarakat dan barang dari dan ke Pirak Timu.

Rakit bambu itu membelah jalan yang selama dua hari terakhir berubah menjadi lautan sepanjang dua kilometer.

Rakit itu bergerak bukan dengan menggunakan dayung tapi ditarik tiga orang warga.

Untuk biaya angkut sepeda motor sebesar Rp 15.000 rupiah, kata Teuku Faisal Razi, salah seorang warga Pirak Timu yang menaiki rakit itu kepada Kompas.com.

Sementara untuk orang dan barang dikenakan biaya sebesar Rp 10.000 per orang. Jasa rakit dadakan ini bisa ditemukan setiap kali banjir merendam kecamatan di pedalaman itu.

Letaknya persis di ujung jembatan gantung Rayeuk Pange. Desa ini langsung bersisian dengan Krueng (sungai) Keureuto yang selalu meluapkan air ke permukiman warga di saat musim hujan.

Bagi warga yang tak ingin menyeberang, kawasan itu bagai obyek wisata dadakan yang ramai dikunjungi.

Setiap kali penarik rakit terpleset dan jatuh ke air, tawa pun membuncah di antara pengunjung yang menyaksikan.

Kami ini sudah berpuluh tahun terendam banjir. Tidak ada upaya serius mencegah banjir di sini, ujar Muhammad, seorang penumpang rakit.

Rakit bambu itu menjdi satu-satunya sarana transportasi saat banjir datang melanda. Jika tidak menggunakan rakit, maka masyarakat akan terisolir.

Masalahnya hasil tani kami harus bawa ke pasar Matangkuli atau Lhoksukon. Jika tidak, maka bisa layu sayuran kami, sebut Anwar, seorang petani dari Pirak Timu.

Kini, dua hari sudah mereka menyeberang menggunakan rakit. Harapan rakyat melambung, agar kisah banjir tak terulang lagi.

Sumber : http://aceh.tribunnews.com/2016/02/09/banjir-di-aceh-utara-penyedia-rakit-kebanjiran-omset

Banjir Bandang Terjang Samalanga

Banjir bandang terjang Kecamatan Samalanga, Bireuen, Rabu (10/02/2016) dini hari. Ribuan warga dan para santri beberapa pesantren di kawasan itu kalang kabut karena luapan Krueng Batee Iliek tiba-tiba menggenangi kawasan pesantren.
Tiga unit rumah rusak, ribuan warga terpaksa memindahkan barang dan mengungsi sementara ke tempat aman.
Informasi diperoleh Serambinews.com menyebutkan, kawasan Samalanga hanya hujan rintik-rintik, sekitar pukul 00.30 WIB, Rabu (10/02/2016) dini hari rumah warga mulai dimasuki air beserta lumpur sepanjang Krueng Batee Iliek dari dekat jembatan rangka baja sampai ke Keude Samalanga.

Kantor Mapolsek Samalanga, Koramil, sejumlah sekolah dan pertokoan Samalanga ikut tergenang air setinggi 70 cm meter.
Air mulai surut sekitar pukujl 05.00 WIB, namun lumpur bawaan banjir dengan ketebalan mencapai 15 cm lebih merata di kawasan itu.
Amatan Serambinews.com, para santri pesantren Ummul Ayman dan Mudi Mesra Samalanga serta ratusan warga sibuk membersihkan pesantren. Ruas jalan kabupaten dari jembatan rangka baja sampai ke Keude Samalanga juga dipenuhi lumpur sisa banjir bandang.
Syekh Khalil, unsur pimpinan pesantren Ummul Ayman kepada Serambinews.com mengatakan, para santri yang sedang tidur terbangun karena kamarnya dimasuki air lumpur banjir. Para santri terpaksa memindahkan dan mengangkat berbagai perlengkapan agar tidak terendam air.

Sumber : http://aceh.tribunnews.com/2016/02/10/banjir-bandang-terjang-samalanga

Dihantam Badai, Kapal Feri Tujuan Singkil Terlambat Sandar

Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Teluk Sinabang yang berlayar dari Simeulue tujuan Aceh Singkil, dilaporkan telat sandar atau tiba di pelabuhan tujuan, lantaran buruknya cuaca melanda wilayah perairan setempat.

Kapal Feri yang berangkat dari Simeulue, Selasa (9/2/2016) sekitar pukul 22:00 WIB dan diperkirakan seperti biasa akan tiba di pelabuhan Singkil pada Rabu (10/2/2016) sekitar pukul 09:00 WIB.
Akibat cuaca tak bersahabat, hingga siang ini kapal Feri yang mengangkut kurang lebih 70 penumpang (data ASDP) belum juga tiba di Singkil.

“Informasi tadi dari kapal sudah terhubung via telepon, pelabuhan Singkil sudah terlihat. Diperkirakan satu jam lagi sudah sampai,” kata seorang petugas ASDP di Sinabang, kepada Serambinews.com.

Menurutnya, angin kencang dan gelombang tinggi mengakibatkan terlambatnya kapal feri tiba di Singkil.

Sumber :http://aceh.tribunnews.com/2016/02/10/dihantam-badai-kapal-feri-tujuan-singkil-terlambat-sandar

Cuaca Buruk, Hujan Angin Terjang Singkil

Ombak dan hujan angin melanda wilayah Aceh Singkil, Rabu (10/2/2016). Akibatnya pohon bertumbangan serta pelayaran Singkil-Pulau Banyak lumpuh.

Besarnya ombak terlihat menerjang pinggir pantai Pulau Sarok, Singkil, menyebabkan pohon cemara bertumbangan serta abrasi. Obaknya juga menyebabkan nelayan berhenti total.

Sementara itu, angin besar disertai hujan berhembus kencang di wilayah daratan membuat pohon tumbang. Bahkan rumah terasa bergetar hebat saat gemuruh angin menerpa.

Sumber : http://aceh.tribunnews.com/2016/02/10/cuaca-buruk-hujan-angin-terjang-singkil

Banjir Di Pidie

Banjir yang terjadi di beberapa wilayah di Pidie pada beberapa hari yang lalu termasuk kategori banjir yang besar, karena banyak rumah penduduk, tempat ibadah, jalan, sawah bahkan nyawa manusia menjadi korban, yang terparah adalah di wilayah Tangse, kemudian diikuti daerah Garot Kecamatan Indra Jaya, dan beberapa wilayah lainnya yang termasuk ke dalam Kecamatan Pidie.

Menurut Serambi News, dua unit rumah berkontruksi kayu di Kecamatan Tangse, Pidie, dilaporkan rusak akibat bencana banjir dan tanah longsor, Minggu (29/11/2015).

Rumah milik Azizah (70) warga Gampong Kebun Nilam, Kecamatan Tangse tertimbun bebatuan yang menimpa bagian dapur. Azizah pun mengungsi ke rumah anaknya yang maish berada di desa itu.

Sementara satu lainnya adalah rumah milik Nyak Puteh (37) di Gampong Blang Bungong, Tangse. Rumah kayu ini diterjang banjir dengan ketinggian genangan 30 cm. Kondisi rumah kini dipenuhi air bercmapur lumpur.

Kondisi terakhir, hingga pukul 20.30 WIB, Minggu (29/11/2015) ruas jalan Tangse ke Beureunuen masih putus akibat longsor. Selanjutnya air dari pegunungan itu turun sehingga badan jalan dan beberapa perkampung tergenang air sekira 30-40 cm.

Masyarakat khawatir bila daerahnya kembali diterjang banjir bandang seperti tahun 2011 silam.

“Kami sangat khawatir banjir lalu datang kembali. Ini hujan masih deras,” ujar Razali, seorang warga Tangse.

Danramil Tangse, Kapten Inf Bahagia dihubungi Serambi, malam tadi mengaku pihaknya terus memantau lokasi dengan membantu masyarakat mengatasi secara darurat.

Menurut portalsatu, hujan deras membuat aliran Sungai Tangse, Krueng Baro Raya dan Krueng Tiro di Kabupaten Pidie meluap. Akibatnya puluhan gampong di sejumlah kecamatan dalam wilayah Pidie dilanda banjir, Minggu, 29 November 2015.

Informasi yang dikumpulkan wartawan, daerah terparah banjir terjadi di Kecamatan Mutiara dan Mutiara Timur. Banjir diperkirakan mencapai ketinggian 2 meter dan merendam ratusan rumah penduduk sekitar pukul 19.30 WIB tadi.

Geuchik Gampong Jojo Kecamatan Mutiara Timur, Pidie, Bismi, mengharapkan adanya bantuan evakuasi lantaran banyak warga terjebak dalam rumah mereka.

“Tim SAR tidak nampak, warga banyak terjebak dalam rumah karena banjir datang pas setelah maghrib,” katanya.

Dia mengatakan ketinggian air di Gampong Jojo saat ini mencapai dua meter. Bahkan ada sebagian mencapai atap rumah. Namun dia sendiri belum tahu ada korban hanyut atau tidak dalam musibah tersebut.

“Kantor Polsek Mutiara Timur mencapai atap airnya. Warga sangat panik saat ini,” katanya.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pidie Apriadi S.Sos mengaku sedang berada di lokasi bersama anggotanya dan tim penolong guna melakukan evakuasi. “Ya. Mutiara sangat parah, kita sedang berada di lokasi ini,” katanya.

Selain itu, banjir juga melanda kawasan Tangse, Pidie. Di lokasi ini sejumlah rumah dilaporkan hanyut dibawa banjir, seperti di Desa Kebun Nilam, Tangse.

Apriadi mengatakan banjir juga telah menyebabkan longsor jalan Tangse-Geumpang di Blang Malo sehingga jalur transportasi terputus.

Banjir juga terjadi di Gampong Langga Kecamatan Sakti dan sejumlah desa di Kecamatan Mila serta Kecamatan Sakti

Sumber :

1. http://aceh.tribunnews.com/2015/11/29/longsor-dan-banjir-dua-rumah-di-tangse-rusak

2. http://portalsatu.com/berita/puluhan-gampong-di-pidie-banjir-ketinggian-air-capai-dua-meter-2624

Yunnan dilanda gempa bumi dahsyat

Operasi penyelamatan tengah dilakukan di China menyusul gempa dahsyat yang menewaskan setidaknya 381 orang di provinsi Yunnan. Ribuan tentara dan polisi pun dikerahkan. Menurut kantor berita resmi China, Xinhua seperti dilansir AFP, Senin (4/8), total 7 ribu personel termasuk 5 ribu tentara, polisi dan pemadam kebakaran tengah dikerahkan dalam operasi penyelamatan. Perdana Menteri China Li Keqiang pun tengah menuju lokasi bencana.
Para relawan dari berbagai wilayah China juga bertolak menuju Yunnan untuk membantu. Di bandara Kunming, ibukota Yunnan, tampak sekelompok relawan tengah membahas bagaimana untuk mencapai daerah-daerah yang paling parah diguncang gempa. “Ini tugas kita untuk menolong,” ujar seorang relawan kepada AFP.
Menurut kantor berita resmi China, Xinhua, lebih dari 12 ribu rumah hancur total, rata dengan tanah. Sementara sekitar 30 ribu rumah lainnya rusak akibat gempa yang terjadi Minggu, 3 Agustus tersebut.
Kementerian Urusan Sipil China menyatakan, total 381 orang tewas akibat gempa ini. Sementara 1.801 orang lainnya mengalami luka-luka.
Menurut badan Survei Geologi Amerika Serikat, USGS, gempa tersebut berkekuatan 6,1 Skala Richter (SR) dengan kedalaman 10 kilometer. Namun menurut Pusat Jaringan Gempa Bumi China, gempa tersebut berkekuatan 6,5 SR.
Daerah Ludian merupakan salah satu wilayah yang paling parah kerusakannya akibat gempa ini. Seorang warga Ludian menggambarkan lokasi kejadian mirip “medan tempur usai dibombardir. ”
“Saya belum pernah merasakan gempa sekuat ini sebelumnya. Yang bisa saya lihat hanyalah puing-puing,” cetus warga tersebut.
Sebelumnya pada September 2012, 80 orang tewas ketika gempa mengguncang daerah pegunungan di perbatasan wilayah Yunnan dan Guizhou. Pada Mei 2008 silam, gempa 8 SR yang mengguncang provinsi Sichuan, tetangga Yunnan, merenggut puluhan ribu nyawa.

Sumber: Detik.com